6 TINDAKAN PENIPUAN BERSEJARAH YANG DIALAMI KASINO

Permainan kasino sudah ada sejak era tahun 1700-an dan kemudian booming di tahun 1890-an. Sejak di era booming tersebut, keberadaan kasino-kasino terus bermunculan di industri perjudian sampai sekarang ini. Nyatanya, banyak sekali orang yang berkeinginan besar untuk mengalahkan kasino bahkan terdapat beberapa orang yang dengan yakin bakal menemukan cara untuk mengalahkan kasino tersebut.

Wajar saja, mereka semua berlomba-lomba ingin mengalahkan kasino berdasarkan iming-iming hadiah jackpot yang disponsori oleh pihak kasino tersebut. Faktanya segelintir orang berhasil menemukan cara tersebut tetapi ada juga orang yang menggunakan cara yang melanggar peraturan, ya bisa dibilang ini merujuk kepada kasus penipuan. Bahkan diketahui para penipu ini telah bekerja keras dengan merencanakan tehnik yang sedemikian rumit untuk memuluskan rencana mereka agar tidak terendus pihak kasino maupun pihak berwajib. Daripada berlama-lama mari kita saksikan “cara licik” mereka yang terbilang lihai dalam membobol kasino, ini dia :

1. New York Roulette Ring

Di tahun 2012, kasino di lokasi Ohio telah diserang oleh komplotan kejahatan New York yang ikut serta dalam penipuan roulette. Menurut sumber dari Komisi Kasino Kontrol Ohio, kelompok tersebut terdiri dari 50 sampai 70 orang yang sering menjalankan aksinya di kasino Amerika Serikat. Dalam kasus penipuan ini, para komplotan memasuki ruangan permainan dan bermain dengan jumlah taruhan rendah. Salah satu orang secara diam-diam mengantongi chip berwarna tertentu sementara pemain lain sibuk mengganggu dealer. Cara ini tergolong sangat rapi dan terorganisir karena mereka terkenal kompak dalam menjalankan aksinya.

Aksi mereka ini akhirnya tercium di empat kota Ohio yang berbeda, dan kemudian 4 dari kawanan tersebut berhasil diringkus serta mereka mengakui kesalahannya. Kepala Komisaris menuturkan bahwa komplotan ini dapat menggasak sekitar US$ 1.000 sampai US$ 2.000 per kasino ditambah lagi pihak polisi akan segera memburu sisa komplotan yang dikhawatirkan akan tetap menebar aksinya di sejumlah kasino.

2. The Roselli Brothers

Di era ’95 hingga 2000-an, beberapa komplotan penipu yang mengaku sebagai “The Roselli Brothers” mampu menggasak hingga US$ 37 juta di kasino New Jersey, Nevada dan Puerto Rico tanpa menggunakan modal sedikit pun. Penasaran cara mereka ? Dengan skema pencurian identitas dan kegigihan yang luar biasa. Untuk melakukannya, komplotan ini menyewa para hacker komputer yang handal untuk menarik data sistim kredit (saldo rekening) dan menemukan orang-orang yang mempunyai kredit (saldo rekening) yang banyak.

 border=

Kemudian dari sekian rekening yang disedot itu akan ditempatkan menjadi 1 di rekening mereka yang konon katanya mencapai US$ 50.000 dan jumlah tersebut bertambah hingga 6 bulan kedepannya. Mereka melakukan penipuan ini selama 5 tahun untuk mengimbangi prosedur taruhan dan menyempurnakan jadwal perjudian dan dengan cara inilah mereka dapat meyakinkan para pihak Game menjadi percaya bahwa mereka mempunyai catatan rekor kekalahan dan kemenangan. Dan menurut beberapa penyelidik, aksi mereka dapat menghasilkan hingga lebih dari US$ 1 juta. FBI pun turun tangan dan butuh 6 bulan untuk mengikuti jejak sindikat ini, namun sayang The Roselli Brothers berhasil menghilang untuk selamanya sehingga identitas mereka yang sebenarnya masih belum terungkap.

3. 60-Second ATM Scan

Tidak semua tindakan penipuan itu berlangsung di Kasino, terkadang juga bisa terjadi di luar kasino dengan hanya bermodalkan sebuah kartu debit untuk mencuri ribuan bahkan jutaan dollar. Pada tahun 2012, 14 komplotan didakwa dengan kasus pencurian senilai lebih dari US$ 1 juta menggunakan Citybank untuk menguras uang setoran kasino di California dan Nevada. Aksi ini terlihat cukup cepat hanya dilakukan selama 60 detik saja dan memanfaatkan situasi keamanan kasino yang longgar.

 border=

Biang keladinya adalah Ara Keshishyan yang mampu membuka beberapa akun pengecekan Citybank, setelah berhasil membuka akun, ia dan komplotannya akan menuju kasino California dan Las Vegas untuk menjalankan aksinya dengan menguras sejumlah uang setoran kasino. Aksi ini sempat membuat petugas kesulitan dalam menanganinya lantaran aksi Ara terbilang sangat rapi namun di awal tahun 2013, Ara berhasil diciduk dan didakwa dengan 14 kasus penipuan dengan maksimal hukuman 30 tahun penjara serta denda sebesar US$ 1 juta.

4. Sorting Scam

Phil Ivey Jr. seorang pemain dalam kejuaraan Poker 2014 diduga melakukan persekongkolan untuk mendapatkan uang senilai US$ 9,6 juta di meja Baccarat. Ia kedapatan melakukan aksinya di Kasino Borgata Atlantic City yang disebut dengan teknik “Sorting Scam”.

Cara ini dilakukan dengan cara mengamati setiap pola cacat pada bagian belakang kartu kemudian menghapalkan pola cacat tersebut sehingga pemain dapat mengidentifikasi kartu yang akan keluar nantinya. Meskipun terlihat bukan cara yang kotor, tetapi pihak kasino Borgata tidak suka cara Ivey dan melaporkan gugatannya ke pihak berwajib. Ivey jelas membantah hal tersebut, namun pihak berwajib akan segera menyelidiki motif kasusnya dan apabila Ivey lolos maka ia berhak dijuluki sebagai “Scammers” paling sukses dalam permainan judi.

5. The Cutter Gang

Kelompok ini diketahui berhasil melakukan aksi penipuan di meja Baccarat pada tahun 2011 dengan menggasak keuntungan hingga jutaan dollar AS. Sistim penipuan yang dilakukan adalah dengan cara memotong deck setelah dealer selesai mengocok kartu kemudian salah seorang anggota akan menyeret satu kartu tertentu yang disebut dengan “kartu cutting” di sepanjang dek kartu sebagai tanda pemisah kartu.

Kemudian aksi ini ditambah dengan kamera kecil yang tersembunyi di kancing baju yang berguna untuk melihat nilai kartu. Dengan cara ini mereka dapat memenangkan setiap ronde di Baccarat dan meraup keuntungan hingga lebih dari US$ 1 juta. Pada bulan Januari 2011, komplotan ini berhasil diringkus dengan tuduhan kasus penipuan yang sama namun mereka dibebaskan setelah pihak berwenang tidak menemukan bukti kesalahan. Mereka kemudian ditangkap lagi karena kecurangan di Filipina, tetapi mereka berhasil melarikan diri dan tak pernah muncul kembali seakan menghilangkan jejak.

6. Australian Danny Ocean

Pada tahun 2013, seorang pria tidak dikenal mampu menggasak uang senilai US$ 30 juta di Kasino Crown Melbourne, Australia setelah aksi hacking yang dilakukannya berhasil membobol sistim surveilans kasino. Ini merupakan kasus pencurian dan terbesar dalam sejarah kasino di Australia dan pihak berwajib sampai saat ini masih menyelidikinya. Namun kasino sendiri masih belum bisa menyimpulkan bagaimana skema ini dilakukan.

Lalu konsultan kasino Las Vegas bernama Barron Stringfellow menuturkan kemungkian pria ini ada kaitannya dengan orang dalam yang bekerja di kasino Crown tetapi tidak diketahui apakah spekulasi ini menyatakan adanya keterlibatan orang dalam atau tidak. Sejak terjadinya tindakan ini, kasino Crown beroptimis untuk melakukan pemulihan dalam sistim keuangannya namun para petinggi kasino mengklaim bahwa kemungkinan ini akan sia-sia saja mengingat aksi ini terlihat cukup rapi dan terorganisir. Kasus ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini.

This entry was posted in Uncategorised by .